Masker Scuba dan Masker Buff yang Dilarang Kemenkes



Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang masyarakat menggunakan masker kain yang tipis seperti masker scuba dan buff.

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pengertian masker scuba-buff adalah masker kain yang terlalu tipis dan satu lapis. Sehingga dikhawatirkan tidak bisa menyaring droplet penyebab COVID-19.

Kedua masker ini dilarang dipakai karena efektivitasnya hanya berkisar antara 0-5 persen. Hal itu dikatakan spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc, SpP, mengatakan kemampuan filtrasi masker scuba sangat rendah sehingga tidak akan memberikan proteksi yang layak bagi penggunanya. Pori-pori masker scuba juga sangat lebar, sama seperti tidak pakai masker.

Dilansir situs Kemenkes, COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar. Masker kain dianjurkan namun minimal 2 lapis jika tidak ada masker medis.




Masker scuba dan Buff dikenali dari teksturnya yang khas. Relatif tipis dibanding masker katun dan cenderung elastis, lentur, dan mengikuti lekuk wajah. Sementara masker buff biasanya sering dipakai para pengendara motor. Masker ini murah dari segi harga, mudah didapatkan, dan dapat dipakai berkali-kali setelah dicuci.



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip dari CNBC menyatakan standar masker kain yang efektif untuk mencegah corona yakni tiga lapis. Lapisan terdalamnya menggunakan bahan hidrofilik, seperti katun atau campuran katun.

Sedangkan untuk lapisan tengahnya terbuat dari bahan hidrofobik dari bahan tenun sintesis yang bertujuan untuk melakukan filtrasi dan menahan droplet. Sedangkan lapisan terluarnya terbuat dari bahan hidrofobik seperti polipropilen, poliester, atau campuran keduanya.

 

Post a Comment

0 Comments