TUTUP AKSES MASUK PENYEBARAN VIRUS CORONA

Virus Corona ditularkan dari orang ke orang melalui droplet, cairan yang keluar saat batuk, bersin, atau bicara. Penularan langsung apabila cairan droplet yang mengandung virus ini terciprat atau masuk ke saluran nafas (hidung atau mulut) orang lain. Karena itu, salah satu upaya pencegahannya adalah physical distancing (menjaga jarak) minimal 1 meter saat berinteraksi.

Makanya kenapa dianjurkan menggunakan masker, agar cairan droplet ini tidak terciprat ke orang lain. Apabila batuk atau bersin, & menutup mulutnya dengan telapak tangan, maka virus berpindah ke objek yang disentuh oleh tangan, seperti meja, pegangan kursi, dll. Jika orang menyentuh objek yang terkontaminasi ini, & memegang wajah (hidung, mulut) tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka dapat tertular virus corona secara tidak langsung.

Karenanya, dianjurkan mencuci tangan menggunakan air mengalir & sabun. Jika sulit mendapatkan air & sabun, gunakan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol minimal 60%. Selain itu, terapkan etika batuk, yakni menutup mulut saat bersin atau batuk dengan menggunakan tissue atau lengan atas, bukan dengan telapak tangan.




Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Corona tidak mengalami gejala seperti batuk, demam, atau sesak napas. Lantas, bagaimana kita tahu siapa yang harus kita hindari?. Karena sulitnya mengidentifikasi siapa yang sudah terinfeksi virus Corona, maka kita dianjurkan sebisa mungkin menghindari keramaian (social distancing). Karena tidak hanya keramaian membuat kita kesulitan menjaga jarak, tapi juga kita tidak tahu riwayat berpergian orang yang kita temui di tempat ramai. Alasan ini yang mendorong pemerintah meliburkan sekolah dan menganjurkan bekerja dari rumah bagi pegawai.

Salah satu faktor resiko penularan virus Corona adalah riwayat bepergian ke daerah atau negara yang telah memiliki kasus Covid-19. Oleh karena itu, beberapa negara menerapkan lockdown, yakni menutup seluruh perbatasan, dengan tujuan mencegah keluar-masuknya orang dari dan menuju daerah berdampak. Idealnya, jika ingin menghambat masuknya Covid-19,  Tutup perbatasan sehingga tidak ada orang yang keluar-masuk.

Namun, hal tersebut harusnya dilakukan dulu, sebelum ditemukan kasus positif.

Apakah lockdown tidak lagi bermanfaat dilakukan saat ini? Pada kondisi pandemi saat ini, seharusnya tetap memperketat penjagaan di setiap pintu masuk. Namun, tidak cukup hanya dengan lockdown, penemuan kasus secara aktif harus dilakukan, mereka yang berisiko tinggi harus dipantau, diperiksa, dan diobati bila timbul gejala. Singkatnya, selama pintu masuk ditutup, kita harus memastikan bahwa semua masyarakat di dalam kawasan tersebut terbebas dari Covid-19.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika daerah kita belum atau tidak menerapkan lockdown? Bagaimana bisa mencegah penyebaran virus corona di Kampung atau Desa kita?




Post a Comment

0 Comments